fungsi membaca
Pentingnya Budaya Baca dan Tantangannya di Indonesia
Fungsi membaca menjadi dasar kegiatan intelektual yang membentuk karakter dan identitas bangsa. Joko Santoso, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia, menilai kebiasaan membaca seharusnya melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Para pemimpin besar Indonesia menjadikan membaca sebagai bagian penting dari jati diri mereka. Mohammad Hatta memberi contoh yang kuat. Ia membawa buku ke penjara dan menjadikannya mas kawin saat menikah. Sikap tersebut menggambarkan kecintaan mendalam terhadap pengetahuan dan manfaat membaca buku bagi pembentukan cara berpikir. Kenyataan saat ini jauh berbeda. Riset Program Penilaian Pelajar Internasional atau PISA pada 2022 menunjukkan minat baca menurun dibandingkan 2009. Hasil PISA 2018 juga menempatkan kemampuan siswa Indonesia dalam membaca, matematika, dan sains di bawah rata-rata OECD.
Penurunan itu berpengaruh langsung pada kemampuan siswa memahami informasi dan mengolah pengetahuan. Cara menumbuhkan minat membaca perlu dimulai dari lingkungan paling dekat, yaitu keluarga. Joko Santoso mendorong keluarga menambah bahan bacaan di rumah dan menguatkan peran perpustakaan masyarakat. Ketersediaan buku yang beragam membuka lebih banyak kesempatan bagi anak untuk membaca. Kegiatan membaca untuk kesenangan perlu mendapat ruang dalam keseharian. Kebiasaan membaca yang tumbuh tanpa paksaan berkembang menjadi kebutuhan belajar yang alami. Totok Suprayitno dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusulkan enam gerakan praktis berdasarkan data PISA untuk mengubah cara belajar di ruang kelas. Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan skor hingga 40 poin.
Guru perlu melibatkan siswa secara aktif dalam pembahasan bacaan. Siswa dapat diminta menjelaskan isi teks, menyampaikan pendapat, dan menghubungkan gagasan dengan pengalaman mereka. Teknik merangkum dengan kata-kata sendiri lebih efektif daripada sekadar menyalin kalimat. Bagi siswa berusia 15 tahun, cara tersebut membantu pemahaman dan meningkatkan konsentrasi. Membaca nyaring sebagai kebiasaan utama tidak lagi seefektif teknik pemahaman yang aktif. Perubahan dari keluarga hingga kelas diperlukan agar fungsi membaca kembali menjadi bagian nyata dari kehidupan pendidikan Indonesia.