Mahasiswa USU Lecehkan Puluhan Korban, Dugaan Terungkap
Mahasiswa USU lecehkan puluhan korban dalam kasus yang terungkap melalui media sosial. Tersangka berinisial CHS, mahasiswa Akuntansi FEB USU angkatan 2025, menjadi pusat penyelidikan atas dugaan pelecehan tersebut.
Sekitar 66 korban sudah teridentifikasi, dengan mayoritas perempuan berjumlah 60 orang dan enam laki laki. Keluhan dan bukti yang dibagikan korban di platform media sosial memicu penyelidikan formal dari pihak kampus.
Universitas langsung mengeluarkan surat panggilan kepada CHS melalui jalur resmi. Tersangka tidak hadir merespons panggilan hingga Senin 13 Juli, sehingga proses penanganan terus berlanjut melalui satuan tugas kampus dan pendampingan khusus untuk korban.
Mahasiswa USU lecehkan puluhan korban dengan pola yang diduga dilakukan CHS, dimulai dari ajakan video call seks dan permintaan agar korban menginap bersama di hotel. CHS juga diduga meminta korban mengirim foto atau selfie yang memperlihatkan bagian intim sebagai syarat lanjutan percakapan. Beberapa korban menyampaikan bahwa tekanan berlanjut berkali kali meski mereka sudah menolak, dan hubungan pesan terasa memaksa serta sulit dihentikan.
Dampak tidak hanya dialami korban perempuan, karena beberapa korban laki laki juga diduga menjadi sasaran dengan pola hampir serupa. Pola tersebut dimulai dari ajakan komunikasi bernuansa seksual hingga permintaan dokumentasi tubuh. Dalam pengaduan yang masuk, korban menggambarkan bahwa respons penolakan tidak membuat CHS berhenti, malah penolakan memunculkan desakan baru dari pelaku. Akibatnya banyak korban merasa martabatnya terinjak dan memilih mencari bantuan melalui jalur kampus serta pendampingan resmi.
Selain unggahan awal yang beredar, kronologi pelecehan itu juga menguat lewat tangkapan layar pesan bernuansa seksual yang dibagikan R melalui akun Instagram @chardtogi_. Di akun tersebut, unggahan berkembang menjadi semacam kanal pengaduan, sehingga perhatian publik tidak berhenti pada satu percakapan saja. Pola serupa turut terlihat pada akun Instagram @manusiagoblokusu, yang menampilkan unggahan terkait pelecehan dan menambah konsistensi informasi yang dibawa oleh para pelapor. Para korban kemudian menyampaikan pengaduan langsung ke fakultas pada Kamis, 9 Juli 2026.
Mereka datang bersama BEM USU, BEM FEB USU, serta perwakilan Himpunan Mahasiswa Akuntansi untuk memastikan laporan ditindaklanjuti secara resmi. Setelah pengaduan diterima, kampus melanjutkan proses administrasi dan penanganan internal melalui jalur yang telah ditetapkan. Kampus juga mengirim surat panggilan untuk CHS melalui mekanisme internal. Namun, CHS tidak memenuhi panggilan hingga Senin, 13 Juli, sehingga proses penanganan tetap berjalan melalui satuan tugas kampus dan pendampingan bagi korban. Respons yang berkelanjutan dari kampus dinilai penting agar setiap laporan tidak berhenti di ranah media sosial.
Respons Kampus dan Proses Penanganan Masih Berjalan
Dr Irsan Mulyadi, Manajer Humas dan Promosi USU, menegaskan bahwa kampus menanggapi dugaan pelecehan seksual dengan cepat melalui pernyataan resmi. FEB USU juga berkoordinasi dengan BEM FEB USU untuk memastikan pendampingan berjalan dari awal hingga akhir, termasuk membantu korban memahami langkah langkah yang tersedia.
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) USU kemudian menangani kasus tersebut untuk proses lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Laporan dapat diajukan langsung kepada satgas, atau melalui pihak fakultas, sesuai dengan pilihan korban. Setiap pengaduan ditangani secara serius dan profesional oleh tim yang berpengalaman, sehingga prosesnya dapat berjalan tertib.
Identitas pelapor dijaga kerahasiaannya agar korban tidak menghadapi tekanan maupun konsekuensi lanjutan dari pihak mana pun. USU juga meminta komunitas akademik menahan diri dari spekulasi di ruang publik yang berpotensi mengganggu proses penanganan. Dengan demikian, mekanisme resmi serta pendampingan yang disiapkan kampus menjadi jalur utama penyelesaian kasus ini.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual USU terus menerima laporan dari korban, sehingga proses penanganan tidak terhenti di tahap pengumpulan bukti. Kampus menyiapkan pendampingan bagi korban yang ingin melanjutkan ke jalur kepolisian, termasuk bantuan agar laporan tersusun rapi dan identitas tetap terjaga.
Meutia, ketua satgas, menyebut ada terduga pelaku lain dari mahasiswa Fakultas Kedokteran. Kedua dugaan itu ditangani sebagai kasus terpisah karena USU masih memverifikasi apakah ada keterkaitan di antara keduanya.
Langkah lanjutan berjalan bertahap sesuai hasil pemeriksaan. Koordinasi internal memastikan korban memperoleh dukungan segera, dengan akses ke layanan pendampingan tetap terbuka.
Kasus mahasiswa USU yang diduga melecehkan puluhan korban masih terus ditangani pihak kampus. CHS menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram @criistoophers_. Dalam klarifikasi tersebut, ia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya, sekaligus meminta para korban untuk memaafkan.
Sources
1. Mahasiswa FEB USU Diduga Lecehkan Puluhan Korban
2. Mahasiswa FEB USU Diduga Lecehkan Puluhan Korban
3. Kronologi Kasus Mahasiswa USU yang Diduga Lecehkan Puluhan Korban
4. Mahasiswa USU Diduga Lecehkan Puluhan Korban, Kampus Terima …
5. Dugaan Pelecehan Seksual oleh Mahasiswa USU, Korban Capai…