Merasa Gagal Jadi Dewasa? Ini Penjelasan Psikologisnya
Tanggung jawab orang dewasa bisa terasa menghancurkan. Jadi wajar saja kalau kamu akhirnya buka kembali kartun favorit dari masa kecil, mencari sesuatu yang familiar dan aman di tengah kekacauan hidup.
Merasa gagal jadi dewasa adalah hal yang dialami banyak orang, khususnya mereka yang memasuki usia dua puluhan dan mengalami quarter life crisis. Artikel Ketika Kamu Berusaha Jadi Dewasa Tapi Gagal Total akan menggali alasan psikologis di balik pengalaman umum ini, sekaligus menjelaskan mengapa mencari kenyamanan dari masa lalu bukanlah tanda ketidakdewasaan atau bukti bahwa seseorang benar-benar gagal jadi dewasa.
Ragam Beban Baru di Pundak Orang Dewasa
Tanggung jawab orang dewasa datang begitu saja. Hal-hal yang tidak pernah ada di jadwal sekolah tiba-tiba menjadi kewajiban. Membayar pajak, misalnya, bisa terasa lebih menakutkan daripada ujian sekolah karena memerlukan ketelitian tinggi. Sementara itu, mencari pekerjaan adalah proses panjang dengan hasil yang sering masih tidak jelas. Lamaran, wawancara, penolakan, semuanya berulang dan membuat orang mulai meragukan diri sendiri.
Di rumah, pekerjaan menanti. Mencuci, memasak, membersihkan. Setiap hari sama. Tenaga sudah habis, tapi tugas-tugas itu tidak peduli. Lalu media sosial menunjukkan teman yang sudah menikah, punya anak, punya rumah. Orang mulai merasa tertinggal dari teman, seolah ada jadwal universal yang harus diikuti semua orang. Komik Sarah’s Scribbles karya Sarah Andersen menangkap hal ini dengan sempurna, momen lucu dan menegangkan bersamaan dalam kehidupan dewasa modern.
Itulah mengapa komik itu terasa dekat. Kelucuannya muncul tepat saat seseorang sedang berurusan dengan pekerjaan dan kebutuhan harian. Bahkan kegagalan kecil terlihat normal, wajar, tanpa menghilangkan beban yang sebenarnya masih sangat berat.
Dianggap Kekanakan Karena Suka Nonton Kartun
Anggapan bahwa kartun hanya pantas untuk anak membuat pilihan tontonan orang dewasa sering dinilai kekanak-kanakan. Penilaian semacam itu melahirkan infantilization, yaitu perlakuan yang mengecilkan kedewasaan seseorang berdasarkan media yang ia nikmati. Label tersebut juga mengalihkan perhatian dari isi tontonan kepada usia penontonnya. Riset 2023 dari Chandi dan Trehan mengkaji penggemar anime di India dan menyoroti gejala ini secara langsung.
Stigma tidak berhenti pada selera. Temuan itu memperlihatkan bahwa stigma memengaruhi cara lingkungan memperlakukan penggemar anime dewasa. Orang dewasa dapat merasa harus menyembunyikan tontonan yang sebenarnya mereka sukai. Padahal, banyak orang dewasa menonton ulang SpongeBob SquarePants atau Upin & Ipin untuk menikmati pola cerita yang sudah dikenal, atau malah menemukan humor baru setiap kali menonton.
Masyarakat masih kerap mengaitkan rasa nyaman tersebut dengan ketidakmatangan, bukan pilihan pribadi. Hiburan dari masa kecil tetap dianggap bukti seseorang belum mampu bersikap dewasa.
Nostalgia Sebagai Mekanisme Koping yang Sehat
Nostalgia bisa jadi cara sadar untuk mengatur emosi. Bukan alasan menghindari tuntutan hidup. Ketika tekanan meningkat, memilih tontonan lama memberi jeda mental sebelum seseorang kembali menyelesaikan urusan. Studi Wildschut, Sedikides, Arndt, dan Routledge pada 2006 menemukan pengalaman nostalgia berkaitan dengan emosi positif serta membantu menghadapi perasaan yang mengganggu.
Menonton ulang Studio Ghibli atau Chibi Maruko chan menjadi pilihan pemulihan sederhana. Rasa nyaman muncul dari pengalaman yang sudah dikenal, sehingga perhatian tidak perlu terus memahami alur baru. Setelah jeda tersebut, seseorang dapat menilai apakah ia membutuhkan istirahat, dukungan, atau langkah praktis untuk menghadapi sumber stres. Pemakaian nostalgia tetap perlu diarahkan pada pemulihan, bukan penundaan tanpa batas.
Menetapkan waktu menonton lalu kembali pada satu tugas kecil membuat hiburan berfungsi sebagai mekanisme koping yang sehat. Dalam konteks Ketika Kamu Berusaha Jadi Dewasa Tapi Gagal Total, keputusan itu lebih tepat dibaca sebagai perawatan emosi daripada bukti ketidakmatangan.
Ketika Tontonan Tak Lagi Dibatasi Usia
Industri animasi telah berubah drastis. Batas antara tontonan anak dan tontonan dewasa sudah tidak tegas lagi. Inside Out membahas kesehatan mental melalui emosi, ingatan, dan perubahan batin yang resonan bagi penonton dewasa. Arcane mengangkat konflik sosial, ketimpangan, serta pilihan moral yang jauh melampaui hiburan sederhana untuk anak.
Bluey memakai dinamika keluarga untuk menampilkan pengasuhan, komunikasi, kelelahan, dan proses belajar orang tua. Anggapan bahwa kartun selalu kekanak-kanakan tidak bertahan lama ketika melihat isi karya animasi masa kini. Dalam Ketika Kamu Berusaha Jadi Dewasa Tapi Gagal Total, usia sasaran tidak dapat ditentukan dari bentuk gambar semata.
Jean Baudrillard menyebut makna sosial semacam itu sebagai sign value, nilai yang melekat pada citra, bukan fungsi nyata. Masyarakat menempel tanda kekanak-kanakan pada animasi, sekalipun isinya membahas kesehatan mental, isu sosial, dan dinamika keluarga. Tanda itu tidak sesuai realitas karya yang ditonton.
Merasa gagal jadi dewasa itu normal. Banyak orang mengalaminya saat beban hidup terus menumpuk, tapi itu bukan berarti kamu benar-benar gagal. Menikmati animasi dan kegiatan nostalgia adalah cara sehat untuk memulihkan diri, dan “Ketika Kamu Berusaha Jadi Dewasa Tapi Gagal Total” mengingatkan kita bahwa kedewasaan tidak punya satu definisi pasti. Setiap orang berhak menjalaninya dengan ritme mereka sendiri.
Q: Apakah salah jika orang dewasa masih suka nonton kartun?
A: Tidak, banyak animasi modern mengangkat tema kompleks untuk penonton dewasa, dan nostalgia adalah cara sehat mengelola stres.
Q: Bagaimana cara mengatasi perasaan merasa tertinggal dari teman?
A: Setiap orang punya lini waktu kehidupan yang berbeda, jadi fokus pada kemajuan pribadi dan hentikan perbandingan dengan pencapaian orang lain.
Kalau artikel Ketika Kamu Berusaha Jadi Dewasa Tapi Gagal Total ini terasa cocok sama pengalaman kamu, bagikan ke teman yang perlu dengar kalau tidak apa-apa tidak punya semua jawabannya.
Sources
1. 7 Ilustrasi Lucu yang Menggambarkan Pengalaman Jadi Dewasa
2. 200 Kata-kata Lucu Singkat yang Sederhana tapi Kocak!
3. MAHASISWA BERSUARA: Ketika Kedewasaan Diukur dari Selera…
4. Jadi dewasa itu cuma mitos! kumpulan ” Sarahs Scribbles …
5. Jadi Dewasa Itu Cuma Mitos Kumpulan Sarah S Scribbles …